About Me

Foto saya
cimahi, jawa barat, Indonesia
siswi kelas 4 Teknik Komputer Jaringan-A di SMKN 1 Cimahi

Jumat, 08 Oktober 2010

pengalamatan

Alamat IP

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4

Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.

Kriteria

Alamat IP versi 4

Alamat IP versi 6

Panjang alamat

32 bit

128 bit

Jumlah total host (teoritis)

232=±4 miliar host

2128

Menggunakan kelas alamat

Ya, kelas A, B, C, D, dan E.
Belakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat.

Tidak

Alamat multicast

Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4

Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8

Alamat broadcast

Ada

Tidak ada

Alamat yang belum ditentukan

0.0.0.0

::

Alamat loopback

127.0.0.1

::1

Alamat IP publik

Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA)

Alamat IPv6 unicast global

Alamat IP pribadi

Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet

Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)

Konfigurasi alamat otomatis

Ya (APIPA)

Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)

Representasi tekstual

Dotted decimal format notation

Colon hexadecimal format notation

Fungsi Prefiks

Subnet mask atau panjang prefiks

Panjang prefiks

Resolusi alamat DNS

A Resource Record (Single A)

AAAA Resource Record (Quad A)

Pengalamatan IP

Di jaringan IPv4, alamat IP mengunakan nomor sebanyak 32 bit, biasanya ditulis sebagai nomor empat 8-bit di ungkapkan dalam bentuk desimal dan terpisah oleh titik. Contoh alamat IP adalah 10.0.17.1, 192.168.1.1, atau 172.16.5.23. Jika anda memerinci setiap alamat IP mungkin, alamat IP akan mencakup dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. Ini menghasilkan jumlah total sebanyak lebih dari empat milyar alamat IP yang mungkin (255 x 255 x 255 x 255 = 4.228.250.625); walaupun banyak dari alamat tersebut di reserved untuk maksud khusus dan tidak digunakan pada mesin / komputer. Masing-masing alamat IP dapat digunakan sebagai penunjuk yang unik untuk membedakan satu mesin dengan mesin lain di jaringan.

Jaringan yang saling tersambung harus menyetujui rencana pengalamatan IP. Alamat IP harus unik dan tidak digunakan di komputer lain di Internet; jika tidak, router tidak akan tahu bagaimana cara terbaik untuk mengarahkan paket ke mereka. Alamat IP dialokasikan oleh pusat autoritas penomoran yang menyediakan metode penomoran yang konsisten dan masuk akal. Hal ini untuk menjamin tidak ada duplikasi alamat yang digunakan pada jaringan berbeda. Authoritas penomoran akan mengalokasikan sebuah blok alamat berurut dalam jumlah besar kepada pemegang authoritas yang lebih kecil, yang pada gilirannya mengalokasikan blok berurutan yang lebih kecil dalam blok-nya pada yang authoritas lain-nya, atau kepada pelanggan mereka. Kelompok-kelompok alamat ini dianggap sub-jaringan, atau biasa di singkat subnet. Subnet besar dapat dibagi lagi menjadi subnet yang lebih kecil. Sekelompok alamat yang saling terkait biasanya di rujuk sebagai ruang / wilayah alamat (address space).


1. Pengalamatan IP (IP Addressing)

Internet (International Network) merupakan sebuah “jaringan raksasa” yang terdiri atas

komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain. Untuk dapat saling

berkomunikasi, masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan. Kartu

jaringan tersebut mempunyai nomor identitas yang unik. Sebagai contoh, nomor ID kartu

jaringan adalah 00:50:FC:FE:B1:E9. ID tersebut sulit untuk diingat. Bayangkan bila

untuk berkomunikasi sesama komputer dalam jaringan harus menghapalkan ID kartu

jaringan masing-masing. Untuk memudahkan hal itu, maka digunakan protokol TCP/IP

pada setiap komputer. Setiap komputer yang menggunakan protokol ini harus memiliki

nomor yang disebut sebagai alamat IP, sehingga untuk melakukan koneksi kita tinggal

menggunakan nomor IP komputer yang tentunya hal ini lebih mudah daripada

menggunakan nomor ID kartu jaringan.

Penomoran IP hanya digunakan untuk memudahkan saja karena untuk berkomunikasi

antara komputer yang satu dengan yang lainnya tetap menggunakan no ID kartu jaringan

yang sudah diakomodasi oleh protokol TCP/IP. Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas 32 bit

dan dibagi menjadi 2 buah field, yaitu:

net id yang menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.

host id yang memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada suatu

jaringan.

Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi

4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit. Misalnya saja nomor IP 192.168.19.1

sebenarnya adalah 11000000 10101000 00010011 00000001 dimana 11000000

merupakan bilangan binary 8 bit dari 192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit

dari 168, 00010011 merupakan bilangan binary 8 bit dari 19 dan 00000001 yang

merupakan bilangan binary 8 bit dari 1. Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0

sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal alamat IP yang bisa

dipakai adalah 28 x28 x 28 x28 = 4,294,967,296. Untuk memudahkan pengelolaan alamat

IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan

yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan

IDNICnya menjadi sebagai berikut ini :

1. Alamat IP kelas A dimulai dari bit awal 0. Oktet pertama dari berupa net id dan

sisanya adalah host id.

2. Alamat IP kelas B dimulai dari bit awal 10. Dua oktet pertama digunakan untuk net

id dan sisanya digunakan untuk host id.

3. Alamat IP kelas C dimulai dari bit awal 110. Tiga oktet pertama digunakan untuk

net id dan sisanya digunakan untuk host id.

4. Alamat IP kelas D dimulai dari bit awal 1110. Alamat IP kelas D digunakan untuk

mendukung multicast.

5. Alamat IP kelas E dimula dari bit awal 11110. Alamat IP kelas ini digunakan untuk tujuan eksperimen.

Metode Pengalamatan di Internet

Bagaimana tiap-tiap komputer yang terhubung dengan jaringan internet ini dapat saling berkomunikasi satu dengan lainnya? Untuk itu dibutuhkan suatu tata cara pengalamatan pada jaringan komputer Internet ini, yang sistemnya hampir sama dengan tata cara pengalamatan nomor telepon, dimana setiap telepon mempunyai nomor telepon yang unik

Dengan konsep dari protokol TCP/IP, setiap komputer yang terhubung pada jaringan TCP?IP 'secara teori' harus mempunyai suatu alamat yang unik (tidak ada yang sama). Alamat ini dikenal sebagai Internet Protocol Number (IP Number / IP Adress), sebesar 32-bit dan direpresentasikan dalam bentuk desimal dibagi menjadi 4 bagian dipisahkan dengan titik. Pada saat ini, ada konsep-konsep baru yang memungkinkan satu IP bisa dipakai oleh lebih dari satu komputer.

Contoh:
202.155.1.100

Satu IP Adress mempunyai satu nama untuk dapat mempemudah mengidentifikasi suatu komputer di internet atau yang biasa disebut host.

Host adalah suatu komputer yang terhubung dengan jaringan yang dalam hal ini adalah internet. Komputer ini dapat memberikan fasilitas layanan kepada jaringan yang terhubung kepadanya. Satu nama host dapat mempunyai lebih dari satu nama alias.

http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP

http://tasmi.unsri.ac.id/jarkom/pengalamatan_IP.pdf

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WNDW:_Pengalamatan_IP

http://sukainternet.com/artikel/4/metode-pengalamatan-diinternet

Selasa, 05 Oktober 2010

path loss dan noise

Noise atau yang biasa disebut derau adalah suatu sinyal baik yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
Sumber derau dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:
1. Sumber derau intrinsic yang muncul dari fluktuasi acak di dalam suatu sistemfisik seperti thermal dan shot noise.
2. Sumber derau buatan manusia seperti motor, switch, elektronika digital.
3. Derau karena gangguan alamiah seperti petir dan bintik matahari.
Jenis Derau
• Correlated noise: hubungan antara sinyal dan noise masuk dalam kategori ini. Karena itu, correlated noise hanya muncul saat ada sinyal.
• Uncorrelated noise: noise yang dapat muncul kapanpun, saat terdapat sinyal maupun tidak ada sinyal. Uncorrelated noise muncul tanpa memperhatikan adanya sinyal atau tidak. Noise dalam kategori ini dapat dibagi lagi menjadi dua kategori umum, yaitu :
1. Eksternal Noise: Adalah noise yang dihasilkan dari luar alat atau sirkuit. Noise tidak disebabkan oleh komponen alat dalam sistem komunikasi tersebut. Ada 3 sumber utama noise eksternal: 
a. Atmospheric noise: Gangguan elektris yang terjadi secara alami, disebabkan oleh hal – hal yang berkaitan dengan atmosfir bumi. Noise atmosfir biasanya disebut juga static electricity. Noise jenis ini bersumber dari kondisi elektris yang bersifat alami, seperti kilat dan halilintar. Static electricity berbentuk impuls yang menyebar ke dalam energi sepanjang lebar frekuensi
b. Ekstraterrestrial noise: Noise ini terdiri dari sinyal elektris yang dihasilkan dari luar atmosfir bumi. Terkadang disebut juga deep-space noise. Noise ekstraterrestrial bisa disebabkan oleh Milky Way, galaksi yang lain, dan matahari.Noise ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu solar dan cosmic noise: 
1. Solar noise: Solar noise dihasilkan langsung dari panas matahari. Ada dua bagian solar noise, yaitu saat kondisi dimana intensitas radiasi konstan dan tinggi, gangguan muncul karena aktivitas sun-spot dan solar flare-ups. Besar gangguan yang jarang terjadi ini (bersifat sporadis) bergantung pada aktivitas sun spot mengikuti pola perputaran yang berulang setiap 11 tahun.
2. Cosmic noise: Cosmic noise didistribusikan secara kontinu di sepanjang galaksi. Intensitas noise cenderung kecil karena sumber noise galaksi terletak lebih jauh dari matahari. Cosmic noise sering juga disebut black-body noise dan didistribusikan secara merata di seluruh angkasa.
c. Man-made noise: Secara sederhana diartikan sebagai noise yang dihasilkan manusia. Sumber utama dari noise ini adalah mekanisme spark-producing, seperti komutator dalam motor elektrik, sistem pembakaran kendaraan bermotor, alternator, dan aktivitas peralihan alat oleh manusia (switching equipment). Misalnya, setiap saat di rumah, penghuni sering mematikan dan menyalakan lampu melalui saklar, otomatis arus listrik dapat tiba-tiba muncul atau terhenti. Tegangan dan arus listrik berubah secara mendadak, perubahan ini memuat lebar frekuensi yang cukup besar. Beberapa frekuensi itu memancar/menyebar dari saklar atau listrik rumah, yang bertindak sebagai miniatur penghantar dan antena.
Noise karena aktivitas manusia ini disebut juga impulse noise, karena bersumber dari aktivitas on/of yang bersifat mendadak. Spektrum noise cenderung besar dan lebar frekuensi bisa sampai 10 MHz. Noise jenis ini lebih sering terjadi pada daerah metropolitan dan area industri yang padat penduduknya, karena itu disebut juga industrial noise.
2. Internal Noise:Internal noise juga menjadi faktor yang penting dalam sistem komunikasi. Internal noise adalah gangguan elektris yang dihasilkan alat atau sirkuit. Noise muncul berasal dari komponen alat dalam sistem komunikasi bersangkutan. Ada 3 jenis utama noise yang dihasilkan secara internal, yaitu: 
a. Thermal noise: Thermal noise berhubungan dengan perpindahan elektron yang cepat dan acak dalam alat konduktor akibat digitasi thermal.
Perpindahan yang bersifat random ini pertama kali ditemukan oleh ahli tumbuh-tumbuhan, Robert Brown, yang mengamati perpindahan partikel alami dalam penyerbukan biji padi.
Perpindahan random elektron pertama kali dikenal tahun 1927 oleh JB. Johnson di Bell Telephone Laboratories. Johnson membuktikan bahwa kekuatan thermal noise proporsional dengan bandwidth dan temperatur absolut.
Secara matematis, kekuatan noise adalah: 
N = KTB
• N = kekuatan noise (noise power)
• K = Boltzmann’s proportionality constant (1.38 × 10-23 joules per Kelvin)
• T = Temperatur absolute
• B = bandwidth
b. Shot noise: noise jenis ini muncul karena penyampaian sinyal yang tidak beraturan pada keluaran (output) alat elektronik yang digunakan, seperti pada transistor dua kutub. Pada alat elektronik, jumlah partikel pembawa energi (elektron) yang terbatas menghasilkan fluktuasi pada arus elektrik konduktor. Shot noise juga bisa terjadi pada alat optik, akibat keterbatasan foton pada alat optik. Pada shot noise, penyampaian sinyal tidak bergerak secara kontinu dan beraturan, tapi bergerak berdasarkan garis edar yang acak. Karena itu, gangguan yang dihasilkan acak dan berlapis pada sinyal yang ada. Ketika shot noise semakin kuat, suara yang ditimbulkan noise ini mirip dengan butir logam yang jatuh di atas genteng timah.
Shot noise tidak berlaku pada kawat logam, karena hubungan antar elektron pada kawat logam dapat menghilangkan fluktuasi acak.
Shot noise disebut juga transistor noise dan saling melengkapi dengan thermal noise.
Penelitian shot noise pertama kali dilakukan pada kutub positif dan kutub negatif tabung pesawat vakum (vacuum-tube amplifier) dan dideskripsikan secara matematis oleh W. Schottky tahun 1918.
c. Transit-time noise: Arus sinyal yang dibawa melintasi sistem masukan dan keluaran pada alat elektronik, (misalnya dari penyampai (emitter) ke pengumpul (collector) pada transistor) menghasilkan noise yang tidak beraturan dan bervariasi. Inilah yang disebut dengan transit-time noise. Transit- time noise terjadi pada frekuensi tinggi ketika sinyal bergerak melintasi semikonduktor dan membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk satu perputaran sinyal.
Transit time noise pada transistor ditentukan oleh mobilitasdata yang dibawa, bias tegangan, dan konstruksi transistor. Jika perjalanan data tertunda dengan frekuensi yang tinggi saat perlintasan semikonduktor, noise akan lebih banyak dibandingkan dengan sinyal aslinya.
Efek derau
Derau dapat memberikan efek pada tampilan sistem komunikasi dalam 3 area:
1. Derau menyebabkan pendengar tidak mengerti dengan sinyal asli yang disampaikan atau bahkan tidak mengerti dengan seluruh sinyal
2. Derau dapat menyebabkan kegagalan dalam sistem penerimaan sinyal.
3. Derau juga menghasilkan sistem yang tidak efisien
Tujuan sistem komunikasi adalah untuk mengirimkan data sebanyak mungkin sesuai dengan waktu yang tersedia, dengan menggunakan cukup bandwidth, power, dan channel. Jika derau memberi efek pada sistem, baik karena kesalahan pada sistem penerimaan sinyal maupun kegagalan sistem (malfungsi), perancang dan pengguna sistem harus mengganti sistem tersebut. Ini dapat dilakukan dengan mengulang informasi satu kali atau lebih. Pengulangan ini menggunakan tekhnik yang lebih baik agar dapat mengoreksi kesalahan sebelumnya atau dengan memberikan power lebih pada sinyal sehingga power sinyal akan lebih besar dari power noise. Namun, apapun cara yang digunakan, sistem komunikasi menjadi tidak efisien karena membuang banyak waktu dan power untuk mengatasi derau.

Noise dan Metode Penanggulangannya
Noise adalah sinyal tidak dikehendaki yang secara alamiah terdapat pada semua jenis sistem. Pada sistem audio, terdapat banyak sumber noise yang dapat mengganggu output ideal dari sistem audio tersebut. Noise yang mungkin terjadi pada sistem audio adalah noise akustik, noise audio dan noise elektrik. Noise akustik adalah suara yang berasal dari sumber lain di sekitar sistem tersebut, seperti suara dering telepon atau suara deru kendaraan yang melintas. Noise audio adalah suara residu (umumnya berupa dengung atau desis) yang terdengar pada jeda diam dari suatu media penyimpan audio. Sedangkan noise elektrik atau thermal noise adalah suara yang dihasilkan karena naiknya suhu dari komponen elektronik yang terdapat pada sistem. Berbagai macam metode digunakan untuk dapat mengatasi noise agar sistem dapat memberikan output yang lebih baik kualitasnya. Secara garis besar, penanggulangan noise terbagi menjadi passive noise control dan active noise control. Passive noise control adalah upaya penanggulangan noise menggunakan komponen yang tidak memerlukan daya. Umumnya passive noise control menggunakan bahan-bahan kedap suara yang berperan sebagai insulasi terhadap noise. Bahan-bahan insulasi tersebut umum untuk ditemui pada studio rekaman. Dengan adanya insulasi dari bahan-bahan tersebut, umumnya ambience dan reverberation dapat dihilangkan. Hal ini dikarenakan pantulan suara, sumber dari ambience dan reverberation, terserap oleh bahanbahan insulasi tersebut. Active noise control adalah upaya penanggulangan noise menggunakan komponen yang memerlukan daya. Berbeda dengan metode passive noise control, metode active noise control mengatasi noise dengan cara memanipulasi sumber audio atau noise. Metode active noise control yang umum digunakan antara lain adalah metode penyesuaian gain, metode noise cancellation dan metode noise reduction. Salah satu perangkat yang menggunakan metode ini adalah noise reduction headphones. 
Penyesuaian Gain
Suara yang besar menutupi suara yang lebih kecil. Inilah prinsip dasar dari metode peningkatan gain. Peningkatan gain adalah metode yang paling umum digunakan dalam mengatasi noise. Pada metode ini, nilai daya yang dikeluarkan oleh sumber audio disesuaikan sehingga menghasilkan suara yang lebih keras. Diharapkan peningkatan daya tersebut dapat menutupi noise yang umumnya memiliki daya konstan dan cenderung lemah. Keunggulan metode ini adalah kemudahannya untuk diaplikasikan pada sistem yang ada. Hampir semua sistem audio memiliki fitur pengaturan gain yang biasanya dikenal sebagai kontrol volume audio. Sedangkan kekurangan utamanya adalah tidak adanya kemampuan adaptif dalam menghadapi noise yang tidak bernilai konstan sehingga umumnya kontrol volume dioperasikan secara manual oleh user. Kekurangan ini dapat diatasi dengan otomasi proses peningkatan gain.
Noise Reduction
Noise pada umumnya berada di daerah suara yang spesifik. Desis berada pada frekuensi tinggi, sedangkan derau dan dengung berada pada frekuensi rendah. Inilah prinsip yang mendasari metode noise reduction. Melalui berbagai teknik pengolahan sinyal, sinyal dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Setelah proses pemecahan tersebut, dilakukan penghapusan pada beberapa bagian dari sinyal tersebut yang menduduki daerah frekuensi yang dianggap sebagai noise. Dari pengurangan inilah metode ini mendapatkan namanya.

Noise (Derau)
Noise merupakan sinyal yang tidak diinginkan dalam sirkuit komunikasi. Noise ini merupakan pembatas utama dari kinereja sistem telekomunikasi. Noise dapat dibagi ke dalam 4 kategori : thermal noise, intermodulation noise, crosstalk, dan impulse noise.
 

1. Thermal Noise
Thermal noise terjadi di dalam setiap perangkat komunikasi, termasuk komponen pasif. Noise ini dihasilkan oleh gerak elektron yang bersifat acak. Setiap peralatan dan medium transmisi turut menyebabkan terjadinya thermal noise jika peralatan atau medium tersebut bekerja pada suhu di atas nol Kelvin. Noise ini memiliki distribusi energy yang uniform untuk setiap frekuensi. Sementara itu, level dari noise memiliki distribusi Gaussian. Thermal noise ini merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima. Dalam dBW, daya dari thermal noise dapat dicari dengan persamaan :

Pn = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B

Perlu diperhatikan bahwa satuan suhu T adalah Kelvin. Jika sistem bekerja pada suhu ruang, anggap 290 K, maka persamaannya menjadi :

Pn = -204 dBW + NFdB +10 log BHz

Dengan NF merupakan noise figure dalam satuan dB.

2. Intermodulation Noise
Noise ini muncul akibat gejala intermodulasi (IM). Maksudnya, apabila kita melewatkan dua sinyal masing-masing dengan frekuensi F1 dan F2 melalui suatu medium atau perangkat non-linier, maka akan dihasilkan frekuensi-frekuensi spurious yang berasal dari frekuensi harmonisa sinyal. Frekuensi yang dihasilkan bisa berupa orde dua, tiga, maupun empat, seperti pada gambar :
 

Bebagai sebab terjadinya IM:
- Pengesetan level yang tidak tepat, apabila terlalu tinggi, maka akan memasuki daerah kerja nonlinear.
- Delay selubung yang nonlinear
- Kerusakan pada alat

3. Crosstalk (Cakap Silang??)
Crosstalk merupakan kopling yang tidak diinginkan antara dua jalur sinyal. Penyebab crosstalk antara lain:

I. Kopling elektris antar media transmisi
II. Kontrol respon frekuensi yang buruk
III. Performansi nonlinear dari sistem analog
Ada dua jenis crosstalk :
a. Intelligible crosstalk
Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata yang dapat didengar (dari sumber yang tidak diinginkan) selama percakapan 7 detik
b. Unintelligible crosstalk
Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya

4. Impulse noise

Impulse noise merupakan noise tidak kontinu yang terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau noise spikes berdurasi pendek dengan amplitudo yang relatif tinggi. Spike-spike ini biasa disebut hits. Impulse noise ini sangat mengganggu transmisi data.

http://bambangtheknowledgehunter.blogspot.com/2010/10/noise-pada-kabel-jaringan.html

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=11%3Asistem-komunikasi&id=313%3Anoise-&option=com_content&Itemid=15

http://id.wikipedia.org/wiki/Noise

Path loss 
Path loss (atau atenuasi path) adalah pengurangan rapat daya ( atenuasi ) dari gelombang elektromagnetik yang merambat melalui ruang. Path rugi merupakan komponen utama dalam analisis dan desain link budget sistem telekomunikasi. 
Istilah ini umumnya digunakan dalam komunikasi nirkabel dan sinyal propagasi . Jalur kerugian mungkin karena banyak efek, seperti -ruang rugi bebas , refraksi , difraksi , refleksi , aperture - menengah rugi kopling , dan penyerapan . Path rugi juga dipengaruhi oleh kontur medan, lingkungan (perkotaan atau pedesaan, vegetasi dan dedaunan), medium propagasi (udara kering atau lembab), jarak antara pemancar dan penerima, dan tingginya dan lokasi antena. 
Penyebab 
Jalur rugi propagasi biasanya mencakup kerugian yang disebabkan oleh perluasan alami dari gelombang radio di depan ruang bebas (yang biasanya mengambil bentuk sebuah bola yang pernah meningkat), penyerapan kerugian (kadang-kadang disebut kerugian penetrasi), ketika sinyal melewati media tidak transparan untuk gelombang elektromagnetik , difraksi kerugian ketika bagian dari gelombang radio depan terhambat dengan adanya kendala opak, dan kerugian yang disebabkan oleh fenomena lain. 
Sinyal dipancarkan oleh pemancar juga mungkin berjalan bersama dan berbeda banyak jalan ke penerima secara bersamaan, efek ini disebut multipath . Multipath gelombang menggabungkan di antena penerima, sehingga sinyal yang diterima yang sangat bervariasi, tergantung pada distribusi intensitas dan waktu relatif propagasi dari gelombang dan bandwidth dari sinyal yang ditransmisikan. Daya total mengganggu gelombang dalam Rayleigh fading cepat skenario bervariasi sebagai fungsi ruang (yang dikenal sebagai skala kecil fading ).. Kecil memudar mengacu pada perubahan yang cepat dalam amplitudo sinyal radio dalam waktu singkat atau jarak perjalanan. 
eksponen Rugi 
Dalam studi komunikasi nirkabel, path loss dapat diwakili oleh eksponen path loss, yang nilainya biasanya berkisar antara 2 sampai 4 (di mana 2 adalah untuk propagasi pada ruang bebas , 4 adalah untuk lossy lingkungan yang relatif dan untuk kasus penuh specular refleksi dari permukaan bumi-yang disebut -model bumi datar Dalam beberapa lingkungan, seperti bangunan, stadion dan lingkungan dalam ruangan lainnya, eksponen path loss dapat mencapai nilai dalam kisaran 4 sampai 6. Di sisi lain, terowongan mungkin bertindak sebagai Waveguide , mengakibatkan eksponen path loss kurang dari 2. Path rugi biasanya dinyatakan dalam dB .Dalam bentuk yang paling sederhana, path loss dapat dihitung dengan menggunakan rumus 
 
dimana L adalah path loss dalam desibel, n adalah eksponen path loss, d adalah jarak antara pemancar dan penerima, biasanya diukur dalam meter, dan C adalah konstanta yang bertanggung jawab atas kerugian sistem. 
rumus insinyur Radio 
Radio dan antena insinyur menggunakan rumus sederhana berikut (juga dikenal sebagai transmisi persamaan Friis ) untuk rugi rugi lintasan antara dua isotropik antena dalam ruang bebas: 
Path loss in dB : Jalur kehilangan dB : 
 
dimana L adalah path loss dalam desibel, λ adalah panjang gelombang dan d adalah jarak pemancar-penerima dalam satuan yang sama dengan panjang gelombang. 
Prediksi 
Perhitungan path loss biasanya disebut prediksi. prediksi Exact hanya mungkin untuk kasus-kasus sederhana, seperti disebutkan bebas ruang propagasi-atas atau model-bumi datar. Untuk kasus praktis path loss dihitung menggunakan berbagai pendekatan. 
Metode statistik (juga disebut stokastik atau empiris) didasarkan pada rata-rata kerugian dan diukur sepanjang kelas khas link radio. Di antara metode yang umum digunakan seperti kebanyakan Okumura-Hata , maka BIAYA Hata model , WCYLee , dll Ini juga dikenal sebagai model propagasi gelombang radio dan biasanya digunakan dalam perancangan jaringan selular dan PLMN . Untuk komunikasi nirkabel di VHF dan UHF pita frekuensi (band-band yang digunakan oleh walkie-talkie, polisi, taksi dan telepon selular), salah satu metode yang paling umum digunakan adalah bahwa dari Okumura - Hata sebagai dimurnikan oleh 231 BIAYA proyek. model yang terkenal lainnya adalah dari Walfisch - Ikegami , WCY Lee , dan Erceg . Untuk radio FM dan siaran TV path loss yang paling sering diperkirakan menggunakan ITU model seperti yang dijelaskan di P.1546 (mantan P.370 ) rekomendasi. 
metode deterministik berdasarkan hukum-hukum fisika rambat gelombang juga digunakan; ray tracing adalah salah satu metode tersebut.. Metode ini diharapkan dapat menghasilkan prediksi yang lebih akurat dan dapat diandalkan path loss daripada metode empiris, namun mereka secara signifikan lebih mahal dalam upaya komputasi dan bergantung pada deskripsi rinci dan akurat dari semua objek dalam ruang propagasi, seperti bangunan, atap, jendela, pintu, dan dinding. Untuk alasan ini mereka digunakan terutama untuk path propagasi pendek. Di antara metode yang paling umum digunakan dalam desain peralatan radio seperti antena dan feed adalah perbedaan-hingga waktu-domain metode . 
Path loss pada pita frekuensi lain ( MW , SW , Microwave ) diprediksi dengan metode yang serupa, meskipun algoritma beton dan formula mungkin sangat berbeda dari orang-orang untuk VHF / UHF. Reliable prediksi rugi jalan di HF / SW band sangat sulit, dan akurasi adalah sebanding dengan cuaca prediksi. [ rujukan? ] 
Mudah perkiraan untuk menghitung path loss jarak signifikan lebih pendek daripada jarak ke radio horizon : 
• Di ruang bebas meningkat path loss dengan 20 dB per dekade (satu dekade adalah ketika jarak antara pemancar dan penerima meningkat sepuluh kali) atau 6 dB per oktaf (satu oktaf adalah ketika jarak antara pemancar dan penerima ganda). Ini dapat digunakan sebagai perintah pendekatan kasar pertama sangat untuk SHF ( microwave ) hubungan komunikasi; 
• Untuk sinyal pada pita / UHF VHF menyebarkan di atas permukaan bumi meningkat path loss dengan sekitar 35 - 40 dB per dekade (10 - 12 dB per oktaf). Ini dapat digunakan dalam jaringan selular sebagai menebak pertama. 
Contoh 
Dalam jaringan seluler, seperti UMTS dan GSM , yang beroperasi pada pita UHF, nilai path loss di-up daerah-daerah yang dibangun dapat mencapai 110-140 dB untuk kilometer pertama dari link antara BTS dan mobile . Kerugian path untuk sepuluh kilometer pertama mungkin 150-190 dB (Catatan: Nilai-nilai ini sangat perkiraan dan diberikan di sini hanya sebagai ilustrasi rentang di mana angka digunakan untuk menyatakan nilai-nilai path loss pada akhirnya bisa, ini tidak angka definitif atau mengikat - path loss mungkin sangat berbeda untuk jarak yang sama sepanjang dua jalan yang berbeda dan bisa berbeda bahkan sepanjang jalan yang sama jika diukur pada waktu yang berbeda). 


PATH LOSS

Path Loss adalah loss yang terjadi ketika data / sinyal melewati
media udara dari antenna ke penerima dalam jarak tertentu. Path loss dapat
timbul disebabkan oleh banyak faktor, seperti kontur tanah, lingkungan
yang berbeda, medium propagasi (udara yang kering atau lembab), jarak
antara antena pemancar dengan penerima, lokasi dan tinggi antena.
Path loss merupakan komponen penting dalam perhitungan dan
analisis desain link budget sistem telekomunikasi. Perhitungan path loss
dengan menggunakan rumus Okumura-Hata model untuk urban area.
Model Hata didasarkan atas pengukuran empiris ekstensif yang dilakukan
di lingkungan perkotaan.
Dengan jarak antara mobile station ke base station dibuat teratur,
mulai dari jarak 0,1 km sampai dengan jarak 20 km. Persamaan Hata dapat
diringkas sebagai berikut:
LHata (urban) [dB] = 69,55 + 26.16 x log (f) + [ 44,9 – 6,55 x log (hb) ] x
log (d) – 13,82 x log (hb) – A (hm) (1)
Dimana :
A (hm) [dB]= [11 x log (f) – 0,7] x hm – [ 1,56 x log (f) – 0,8 (2)
Dengan :
Lhata : Path loss (dB)
f : frekuensi (MHz)
hb : node B antenna height (m) = 30 m
d : jarak dari node B ke antenna mobile (km)
A (hm) : mobile antenna height gain correction factor
hm : mobile antenna height (m) = 1,5 m

http://en.wikipedia.org/wiki/Path_loss

karakteristik media transmisi

Media transmisi

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
Kegunaan media transmisi
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Karakteristik media transmisi
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:
• Jenis alat elektronika
• Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
• Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
• Ukuran data yang dikirimkan
Jenis media transmisi
Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.
Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi lektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP),dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan. Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di 
Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil). Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan. sebenarnya tidak ada yang berguna bagi anjing-anjing rumahan
Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP). Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil. Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Satelit
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi. Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial. Kekurangannya adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.
Gelombang radio
Gelombang radio adalah media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi. Untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.
Inframerah
Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.

Jenis-Jenis Media Transmisi Jaringan
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakal sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau ada tidaknya medium tersebut. 
Copper Media
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.
Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :
1. Koaksial
2. STP
3. UTP
Kabel Coaxial
 
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
Twisted Pair
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
• Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel ini terdiri dari 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), instalasinya mudah, harganya relatif murah dan cukup handal.
 
Shielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
 
Unshielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
postingan terkait : http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/
Optical Media
 
Bagan fiber optic
 
alur multimode dan single mode
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang t indih. Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic).Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).
Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber,satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).
 
Wireless Network
 
wireless access point
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.
Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini. 
http://muhartin.wordpress.com/2010/01/23/jenis-jenis-media-transmisi-jaringan/
Media Transmisi Jaringan
Tingkat yang paling bawah dalam jaringan komunikasi adalah media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media yang biasa digunakan dalam jaringan komputer terdiri dari teknologi kabel dan wireless 

1. Media kabel 
Media ini terdiri dari konduktor yang dilapisi jaket plastik. Media ini banyak digunakan untuk LAN. Media kabel mentransmisi sinyalnya menggunakan spektrum elektromagnet terendah misalnya listrik 

2. Media tanpa kabel 
Media ini bekerja pada frekuensi elektromagnet yang lebih tinggi misalnya gelombang radio, gelombang mikro dan sinar inframerah. Media ini banyak digunakan untuk jaringan komputer bergerak dengan jarak yang jauh. 

FAKTOR PERTIMBANGAN MEDIA 

Berikut ini faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk memilih media jaringan komputer : 

Biaya 
- Biaya investasi : yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur. 
Biaya operasional: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan peralatan. 
- Spesialis jaringan harus mencari titik optimal antara biaya investasi dan biaya 
operasional. 
- Sebelum memutuskan jaringan macam apa yang akan dibangun, para spesialis harus 
memahami dulu kebutuhan pengguna. 
- Setelah itu memutuskan jaringan macam apa yang sesuai dengan kebutuhannya. 
- untuk menghemat biaya investasi para spesialis jaringan memutuskan untuk membuat 
jaringan komputer dengan memanfaatkan jaringan telepon. Keputusan semacam ini 
tidak selalu benar karena bisa jadi jaringan telepon yang ada tidak andal (sering 
drop). Sehingga memakan biaya operasional yang besar. 

Instalasi- 
Masing-masing media memiliki tingkat kesulitan instalasi yang berbeda 
- Tidak semua media bisa ditangani oleh orang biasa. Sebagian membutuhkan peralatan 
dan latihan, sebagian membutuhkan pengetahuan dan keahlian seorang spesialis. 
- Misalnya kabel UTP relatif mudah sehingga bisa ditangani oleh orang awam. 
- Sedangkan kabel serat optik membutuhkan penanganan oleh seorang ahli sebab untuk 
menyambungnya saja memerlukan proses tusi secara elektris atau menggunakan proses 
epoxy kimiawi. 
- Instalasi akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya. 

Kapasitas Bandwith 
- Kapasitas media diukur dengan bandwidth yang satuannya adalah megabit per second 
(Mbps). 
- Dalam istilah komunikasi bandwidth adalah lebar frekuensi yang bisa dilayani oleh 
suatu media, sedangkan dalam istilah jaringan komputer bandwidth adalah jumlah 
bit yang dapat ditransmisikan melalui media setiap detik. 
- Media yang kapasitasnya besar memiliki bandwidth yang tinggi sedangkan media yang 
kapasitasnya kecil memiliki bandwidth yang rendah. 
- Contohnya ethernet memiliki bandwidth 10 Mbps. 
- Bandwidth yang tinggi akan meningkatkan keandalan jaringan, tapi panjang kabel 
dan teknik sinyal dapat memperbaiki bandwidth kabel. 

Redaman (Attenuation) 
- Sinyal elektromagnet cenderung melemah selama transmisi. 
- Fenomena ini disebut redaman (attenuation). 
- fenomena ini terjadi karena sinyal tersebut diserap oleh media.Contoh yg sering 
kita alami adalah dua orang saling berteriak dari jauh. Jika posisi kedua orang 
tersebut semakin jauh maka suara yang terdengar semakin kecil. 
- Hal ini menyebabkan sinyal tidak mampu mencapai tujuan dengan sempurna (pasti 
mengalami degradasi) artinya sinyal yang sampai ke tujuan bukan 0 dan 1 lagi. Shg 
bisa terjadi kesalahan komunikasi. 
- Untuk menghindari hal ini penggunaan kabel jaringan jangan sampai melebihi batas 
maksimum yang direkomendasikan. 

Kekebalan terhadap interferensi elektromagnet 

- Interferensi elektromagnet (IEM) disebabkan oleh gelombang elektromagnet dari 
luar media. 
- Biasanya disebut noise atau derau. 
- IEM ini sedikit banyak akan mengganggu sinyal yang dikirim melalui media 
transmisi dan mempersulit jaringan untuk menerjemahkan sinyalnya. 
- Masing-masing media memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghadapi IEM. 
- Sebagian media lebih mudah diganggu IEM daripada yang lain. 
- Semakin mudah suatu media diganggu IEM maka semakin mudah komunikasi melalui 
media tersebut disadap. Shg keamanan komunikasi melalui jaringan tersebut tidak 
terjamin. 

JENIS-JENIS KABEL 

salah satu media penghubung jaringan adalah kabel. Banyak sekali jenis-jenis kabel yang kita ketahui, pada kenyataannya terdapat beberapa jenis kabel yang dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut : 

Kabel Twisted Pair 

Kabel twisted pair terbagi dalam dua jenis, yakni Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP). 

- Kabel twisted pair terdiri dari sepasang atau lebih dua kawat tembaga yang 
dipilin untuk mentransmisi sinyal. 
- Kabel ini sering digunakan untuk kabel telekomunikas 
- Beberapa kawat tembaga yang dilalui sinyal yang diletakkan sejajar dalam jarak 
yang dekat akan saling menginterferensi satu sama lain. 
- Peristiwa semacam ini disebut crosstalk. 
- Untuk mengurangi crosstalk dan interferensi yang berasal dari luar maka kawat 
tersebut di twist yaitu di pilin dengan membentuk helix. 
- Pemilinan kabel ini menghilangkan interferesi yang terjadi sekaligus melindungi 
kabel dari noise yang berasal dari luar. 

Sheilded Twisted Pair (STP) 

- Satu-satunya perbedaan antara shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted 
pair (UTP) adalah STP memiliki shield (pelindung) dari aluminium / poliester / 
metal braid yang dililitkan antara bungkus luar dan kawat. 
- 4-pasang kawat yang dikombinasikan dengan pelindung dan berupa kawat anyaman. 
- Jika pelindung ini dihubungkan ke tanah dgn benar maka pelindung ini akan 
menangkal interferensi electromagnet 
- Hambatannya 150-Ohm 
- Mengurangi terjadinya crosstalk EMI dan RFI 
- Menghasilkan proteksi terbesar yang berlawanan dengan semua type interference 
external dari UTP. 

Kabel shielded Twisted Pair (STP) memiliki karakteristik sbb: 

- Biaya : cukup mahal, lebih mahal daripada UTP dan kabel koaksial tapi lebih murah 
daripada kabel serat optik. 
- Instalasi : cukup sulit, lebih sulit daripada UTP karena diameternya lebih besar 
daripada UTP dan lebih padat. Perlu membuat sambungan listrik ke tanah . 
- Kapasitas bandwidth : Secara teori mampu melayani hingga 500 Mbps untuk tiap 100 
meter panjangnya. Kenyataan dilapangan kecepatannya hingga 16 Mbps. 
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub 
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node. 
- Redaman : sama dengan UTP 
- IEM : interferensi berkurang karena memiliki shield. 


 Unsheilded Twisted Pair (UTP) 

UTP merupakan jenis kabel yang saat ini paling popular digunakan pada system jaringan LAN. Panjang maksimum kebel per segmen adalah 100 meter. UTP terdiri dari sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin. Sesuai dengan namanya unshielded, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung. 

– Kabel ini terdiri dari sejumlah pilinan kabel yang dibungkus plastik 
– Kabel ini sering digunakan untuk sistem telepon. 
– Dibuat dari pasangan kawat yang dipilin untuk membatsi signal yang mengalami 
penurunan disebabkan oleh EMI and RFI 
– Memiliki 4 pasang dengan ukuran kawat 22- or 24-gauge 
– Memiliki impedansi 100 Ohms 
– Kabel UTP dibagi menjadi beberapa peringkat kategori berdasarkan ukuran 
penghantar, karakteristik listrik, banyak pilinan setiap satuan jarak. Berikut 
ini adalah kategori yang dimaksud : 

Kategori 1 

- Jenis ini biasa dugunakan pada kabel telepon tradisional yang mampu membawa 
sinyal voice tetapi tidak dapat membawa sinyal data. 
- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4 
megabits setiap detik (Mbps). 

Kategori 2 
Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 4Mbps( megapit per second). Terdiri dari 4 twisted pair 

- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4 
megabits setiap detik (Mbps). 

Kategori 3 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 10 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 

Kategori 4 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 

Kategori 5 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 
- Mampu mendukung fast ethernet. 
- Bungkusnya lebih baik. 
- Pilinannya lebih rapat 

Kabel UTP memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : biaya instalasinya paling rendah daripada media transmisi lainnya. 
- Instalasi : Kabel ini paling mudah diinstal. Untuk menginstalasi kabel ini perlu 
sedikit pelatihan. Pemeliharaan kabel relatif sederhana. 
- Kapasitas bandwidth : Support data dari 1 – 155 Mbps dengan jarak hingga 100 
meter. Kecepatan data rata-rata adalah 10 Mbps. 
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub 
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node. 
- Redaman : mengalami redaman yang cepat oleh karena itu butuh repeater tiap 100 
meter. 
- IEM : mudah kena interferensi elektromagnet. Pilinan memang mengurangi crostalk 
tapi tidak menghilangkan sama sekali. Mudah disadap. 

Spesifikasi Kabel UTP 

 





 

Keterangan Warna 
OP : Oranye Putih 
O : Oranye 
HP : Hijau Putih 
H : Hijau 
BP : Biru Putih 
B : Biru 
CP : Cokelat Putih 
C : Cokelat 

Komponen penghubung Unshielded Twisted Pair 

Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Konsentrator, kita dapat menggunakan jack dan konektor RJ-45, yaitu sebuah konektor yang berisi 8 pin seperti terlihat pada gambar berikut. Sedangkan kabel kategori 1 dan 2 yang digunakan pada system jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11
 

Kabel Coaxial 

Kabel Coaxial terdiri dari core yang dibuat dari tembaga berfungsi untuk mengirimkan data, dibungkus oleh Teflon yang merupakan isolator dalam, yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding dari pengaruh interfrensi luar dan dibungkus oleh isolataror luar yang berupa kulit kabel. 

Kabel Coaxial memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : relatif tidak mahal, koaksial yg tipis lebih murah daripada STP atau UTP 
Cat 5. Sedangkan koaksial yg tebal lebih mahal tapi masih lebih murah dari pada 
serat optic. 
- Instalasi : relatif mudah dan sederhana. 
- Kapasitas Bandwidth : 10 Mbps 
- Kapasitas Node : 30 node 
- Redaman : lebih kecil daripada twisted pair. Kabel koaksial sanggup mentransmisi 
sinyal ribuan meter. 
- IEM : Mudah terserang IEM dan penyadapan. Tapi koaksial yg dibungkus memiliki 
daya tahan terhadap efek IEM lebih baik. 

Kabel Coaxial terdiri dari beberapa jenis, diantaranya : 

Thin ( Thinnet) 

Kabel thinnet merupakan kabel coaxial berukutan 0.25 inch, memiliki kemampuan transfer data dengan jarak maksimal 185 meter. Lebih dari jarak tersebut sinyal data akan melemah. Thinnet termasuk dalam keluarga RG-58 dan memiliki empedansi 50 ohm. Perbedaan utama jenis kabel coaxial pada keluarga RG-58 terletak pada kabel tembaga yaitu jenis stranded copper ( helaian tembaga) atau solid copper ( tembaga padat). 


Thick ( Thicknet), 

Kabel thicknet merupakan kabel coaxial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0. inch, core yang dimiliki thicknet lebih tebal disbanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jaru disbanding dengan thinnet. Thicknet mampu sinyal sepanjang 500 meter. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh. Biasanya thicknet digunakan sebagai backbone untuk menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet 



Komponen penghubung kabel Coaxial 

Kabel Thinnet dan Thicknet menggunakan komponen penghubung yang disebut BNC ( British Naval Conector) untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer. Konektor BNC terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: 



Kabel Fiber Optik 

Kabel fiber optik berfungsi untuk mentransfer data dalam bentuk cahaya. Fiber optic tidak terpengarush interfrensi dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi. Hal ini berarti kabel fiber optik tidak bisa disadap dan data tidak tercuri. Kejadian tersebut bisa terjadi pada jenis kabel berbasi tembaga yang membawa data dalam bentuk sinyal elektronik. Fiber optic sangat baik digunakan untuk jaringan berkecepatan tinggi (100 Mbps sampai 1 Gbps), berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal. Kabel optic terdiri dari sebuah silinder tipis dari bahan gelas yang dikenal dengan istilah core. Dibungkus oleh sebuah lapisan konsentris yang dikenal denga istilah cladding. Fiber terkadang dibuat dari plastik. Plastic lebih mudah untuk dipasang. Tatapi jangkuan pulsa cahayannya tidak dapat sejauh jika menggunakan bahan gelas. 

Fiber Optik memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : membutuhkan biaya investasi yg besar. 
- Instalasi : relatif sulit 
- Kapasitas bandwidth : 2 Gbps 
- Redaman : paling rendah 
- Tidak dipengaruhi oleh interferensi eletromagnetik (IEM) 

 

Perbandingan antara serat optik dengan kabel tembaga 
- Bandwidth serat optik jauh lebih besar dibanding tembaga 
- Pada serat optik atenuasinya rendah maka pada jarak 30 Km memerlukan repeater 
sedangkan tembaga repeater pada jarak 5 Km. 
- Serat optik tidak akan mengalami kebocoran dan sangat sulit untuk disadap. 

Komponen penghubung kabel Fiber Optic 

Kabel Fiber Optic menggunakan komponen penghubung untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: 



Media Tanpa Kabel 
Alternatif lain selain menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer dalam membangun sebuah jaringan adalah dengan menggunakan teknologi wireles. 


 

Terdapat berbagai jenis teknologi wireless yang dapat diimplementasikan pada jaringan komputer yakni : 

Gelombang Radio 

Teknologi radio mengirimkan data melalui frekuensi radio dan dalam praktiknya tidak memiliki keterbatasan jarak. Dapat digunakan untuk menghubungkan LAN melalui jarak yang jauh. Transmisi radio biasanya mahal dan mudah terkena interfrensi elektromagnetik (EMI). Mudah disadap dan membutuhkan mekanisme enkipsi atau mekanisme lain yang dapat mengamankan proses pengiriman data. 

 

Microwave 

Pengiriman data microwave menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk jarak yang lebih pendek dan jarak jauh. Keterbatasan dari teknologi ini adalah transmiter dan receiver harus saling terlihat satu dengan yang lain. Pengiriman microwave biasa digunakan untuk menghubungkan antar lan yang berada pada gedung yang terpisah, dimana penggunaan kabel tidak dimungkinkan. Microwave juga dapat dikembangkan pada pengiriman global dengan menggunakan satelit. 


 


 



Infrared 

Teknologi Infrared, yang bekerja dengan menggunakan sinar infrared untuk membawa data antar device sistem harus membangkitkan sinyal yang sangat kuat karena sinyal pengirimannya lemah. Metode ini dapat mengirimkan sinyal pada rate yang tinggi. Sebuah jaringan infrared secara normal dapat mengirim pada kecepatan 10 mbps. Keterbatasannya, hanya dapat digunakan pada jarak dekat. Jarak efektifnya 100 feet dan antara transmitter dan receiver tidak boleh ada penghalang. 


 

Jenis-Jenis Media Transmisi Jaringan
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakal sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau ada tidaknya medium tersebut. 
Copper Media
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.
Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :
1. Koaksial
2. STP
3. UTP
Kabel Coaxial
 
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
Twisted Pair
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
• Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel ini terdiri dari 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), instalasinya mudah, harganya relatif murah dan cukup handal.
 
Shielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
 
Unshielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
postingan terkait : http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/
Optical Media
 
Bagan fiber optic
 
alur multimode dan single mode
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang t indih. Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic).Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).
Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber,satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).
 
Wireless Network
 
wireless access point
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.
Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini. 
http://muhartin.wordpress.com/2010/01/23/jenis-jenis-media-transmisi-jaringan/
Media Transmisi Jaringan
Tingkat yang paling bawah dalam jaringan komunikasi adalah media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media yang biasa digunakan dalam jaringan komputer terdiri dari teknologi kabel dan wireless 

1. Media kabel 
Media ini terdiri dari konduktor yang dilapisi jaket plastik. Media ini banyak digunakan untuk LAN. Media kabel mentransmisi sinyalnya menggunakan spektrum elektromagnet terendah misalnya listrik 

2. Media tanpa kabel 
Media ini bekerja pada frekuensi elektromagnet yang lebih tinggi misalnya gelombang radio, gelombang mikro dan sinar inframerah. Media ini banyak digunakan untuk jaringan komputer bergerak dengan jarak yang jauh. 

FAKTOR PERTIMBANGAN MEDIA 

Berikut ini faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk memilih media jaringan komputer : 

Biaya 
- Biaya investasi : yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur. 
Biaya operasional: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan peralatan. 
- Spesialis jaringan harus mencari titik optimal antara biaya investasi dan biaya 
operasional. 
- Sebelum memutuskan jaringan macam apa yang akan dibangun, para spesialis harus 
memahami dulu kebutuhan pengguna. 
- Setelah itu memutuskan jaringan macam apa yang sesuai dengan kebutuhannya. 
- untuk menghemat biaya investasi para spesialis jaringan memutuskan untuk membuat 
jaringan komputer dengan memanfaatkan jaringan telepon. Keputusan semacam ini 
tidak selalu benar karena bisa jadi jaringan telepon yang ada tidak andal (sering 
drop). Sehingga memakan biaya operasional yang besar. 

Instalasi- 
Masing-masing media memiliki tingkat kesulitan instalasi yang berbeda 
- Tidak semua media bisa ditangani oleh orang biasa. Sebagian membutuhkan peralatan 
dan latihan, sebagian membutuhkan pengetahuan dan keahlian seorang spesialis. 
- Misalnya kabel UTP relatif mudah sehingga bisa ditangani oleh orang awam. 
- Sedangkan kabel serat optik membutuhkan penanganan oleh seorang ahli sebab untuk 
menyambungnya saja memerlukan proses tusi secara elektris atau menggunakan proses 
epoxy kimiawi. 
- Instalasi akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya. 

Kapasitas Bandwith 
- Kapasitas media diukur dengan bandwidth yang satuannya adalah megabit per second 
(Mbps). 
- Dalam istilah komunikasi bandwidth adalah lebar frekuensi yang bisa dilayani oleh 
suatu media, sedangkan dalam istilah jaringan komputer bandwidth adalah jumlah 
bit yang dapat ditransmisikan melalui media setiap detik. 
- Media yang kapasitasnya besar memiliki bandwidth yang tinggi sedangkan media yang 
kapasitasnya kecil memiliki bandwidth yang rendah. 
- Contohnya ethernet memiliki bandwidth 10 Mbps. 
- Bandwidth yang tinggi akan meningkatkan keandalan jaringan, tapi panjang kabel 
dan teknik sinyal dapat memperbaiki bandwidth kabel. 

Redaman (Attenuation) 
- Sinyal elektromagnet cenderung melemah selama transmisi. 
- Fenomena ini disebut redaman (attenuation). 
- fenomena ini terjadi karena sinyal tersebut diserap oleh media.Contoh yg sering 
kita alami adalah dua orang saling berteriak dari jauh. Jika posisi kedua orang 
tersebut semakin jauh maka suara yang terdengar semakin kecil. 
- Hal ini menyebabkan sinyal tidak mampu mencapai tujuan dengan sempurna (pasti 
mengalami degradasi) artinya sinyal yang sampai ke tujuan bukan 0 dan 1 lagi. Shg 
bisa terjadi kesalahan komunikasi. 
- Untuk menghindari hal ini penggunaan kabel jaringan jangan sampai melebihi batas 
maksimum yang direkomendasikan. 

Kekebalan terhadap interferensi elektromagnet 

- Interferensi elektromagnet (IEM) disebabkan oleh gelombang elektromagnet dari 
luar media. 
- Biasanya disebut noise atau derau. 
- IEM ini sedikit banyak akan mengganggu sinyal yang dikirim melalui media 
transmisi dan mempersulit jaringan untuk menerjemahkan sinyalnya. 
- Masing-masing media memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghadapi IEM. 
- Sebagian media lebih mudah diganggu IEM daripada yang lain. 
- Semakin mudah suatu media diganggu IEM maka semakin mudah komunikasi melalui 
media tersebut disadap. Shg keamanan komunikasi melalui jaringan tersebut tidak 
terjamin. 

JENIS-JENIS KABEL 

salah satu media penghubung jaringan adalah kabel. Banyak sekali jenis-jenis kabel yang kita ketahui, pada kenyataannya terdapat beberapa jenis kabel yang dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut : 

Kabel Twisted Pair 

Kabel twisted pair terbagi dalam dua jenis, yakni Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP). 

- Kabel twisted pair terdiri dari sepasang atau lebih dua kawat tembaga yang 
dipilin untuk mentransmisi sinyal. 
- Kabel ini sering digunakan untuk kabel telekomunikas 
- Beberapa kawat tembaga yang dilalui sinyal yang diletakkan sejajar dalam jarak 
yang dekat akan saling menginterferensi satu sama lain. 
- Peristiwa semacam ini disebut crosstalk. 
- Untuk mengurangi crosstalk dan interferensi yang berasal dari luar maka kawat 
tersebut di twist yaitu di pilin dengan membentuk helix. 
- Pemilinan kabel ini menghilangkan interferesi yang terjadi sekaligus melindungi 
kabel dari noise yang berasal dari luar. 

Sheilded Twisted Pair (STP) 

- Satu-satunya perbedaan antara shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted 
pair (UTP) adalah STP memiliki shield (pelindung) dari aluminium / poliester / 
metal braid yang dililitkan antara bungkus luar dan kawat. 
- 4-pasang kawat yang dikombinasikan dengan pelindung dan berupa kawat anyaman. 
- Jika pelindung ini dihubungkan ke tanah dgn benar maka pelindung ini akan 
menangkal interferensi electromagnet 
- Hambatannya 150-Ohm 
- Mengurangi terjadinya crosstalk EMI dan RFI 
- Menghasilkan proteksi terbesar yang berlawanan dengan semua type interference 
external dari UTP. 

Kabel shielded Twisted Pair (STP) memiliki karakteristik sbb: 

- Biaya : cukup mahal, lebih mahal daripada UTP dan kabel koaksial tapi lebih murah 
daripada kabel serat optik. 
- Instalasi : cukup sulit, lebih sulit daripada UTP karena diameternya lebih besar 
daripada UTP dan lebih padat. Perlu membuat sambungan listrik ke tanah . 
- Kapasitas bandwidth : Secara teori mampu melayani hingga 500 Mbps untuk tiap 100 
meter panjangnya. Kenyataan dilapangan kecepatannya hingga 16 Mbps. 
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub 
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node. 
- Redaman : sama dengan UTP 
- IEM : interferensi berkurang karena memiliki shield. 


 Unsheilded Twisted Pair (UTP) 

UTP merupakan jenis kabel yang saat ini paling popular digunakan pada system jaringan LAN. Panjang maksimum kebel per segmen adalah 100 meter. UTP terdiri dari sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin. Sesuai dengan namanya unshielded, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung. 

– Kabel ini terdiri dari sejumlah pilinan kabel yang dibungkus plastik 
– Kabel ini sering digunakan untuk sistem telepon. 
– Dibuat dari pasangan kawat yang dipilin untuk membatsi signal yang mengalami 
penurunan disebabkan oleh EMI and RFI 
– Memiliki 4 pasang dengan ukuran kawat 22- or 24-gauge 
– Memiliki impedansi 100 Ohms 
– Kabel UTP dibagi menjadi beberapa peringkat kategori berdasarkan ukuran 
penghantar, karakteristik listrik, banyak pilinan setiap satuan jarak. Berikut 
ini adalah kategori yang dimaksud : 

Kategori 1 

- Jenis ini biasa dugunakan pada kabel telepon tradisional yang mampu membawa 
sinyal voice tetapi tidak dapat membawa sinyal data. 
- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4 
megabits setiap detik (Mbps). 

Kategori 2 
Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 4Mbps( megapit per second). Terdiri dari 4 twisted pair 

- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4 
megabits setiap detik (Mbps). 

Kategori 3 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 10 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 

Kategori 4 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 

Kategori 5 
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair. 
- Mampu mendukung fast ethernet. 
- Bungkusnya lebih baik. 
- Pilinannya lebih rapat 

Kabel UTP memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : biaya instalasinya paling rendah daripada media transmisi lainnya. 
- Instalasi : Kabel ini paling mudah diinstal. Untuk menginstalasi kabel ini perlu 
sedikit pelatihan. Pemeliharaan kabel relatif sederhana. 
- Kapasitas bandwidth : Support data dari 1 – 155 Mbps dengan jarak hingga 100 
meter. Kecepatan data rata-rata adalah 10 Mbps. 
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub 
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node. 
- Redaman : mengalami redaman yang cepat oleh karena itu butuh repeater tiap 100 
meter. 
- IEM : mudah kena interferensi elektromagnet. Pilinan memang mengurangi crostalk 
tapi tidak menghilangkan sama sekali. Mudah disadap. 

Spesifikasi Kabel UTP 

Ketrangan Warna 
OP : Oranye Putih 
O : Oranye 
HP : Hijau Putih 
H : Hijau 
BP : Biru Putih 
B : Biru 
CP : Cokelat Putih 
C : Cokelat 


Komponen penghubung Unshielded Twisted Pair 

Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Konsentrator, kita dapat menggunakan jack dan konektor RJ-45, yaitu sebuah konektor yang berisi 8 pin seperti terlihat pada gambar berikut. Sedangkan kabel kategori 1 dan 2 yang digunakan pada system jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11 


 


Kabel Coaxial 

Kabel Coaxial terdiri dari core yang dibuat dari tembaga berfungsi untuk mengirimkan data, dibungkus oleh Teflon yang merupakan isolator dalam, yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding dari pengaruh interfrensi luar dan dibungkus oleh isolataror luar yang berupa kulit kabel. 

Kabel Coaxial memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : relatif tidak mahal, koaksial yg tipis lebih murah daripada STP atau UTP 
Cat 5. Sedangkan koaksial yg tebal lebih mahal tapi masih lebih murah dari pada 
serat optic. 
- Instalasi : relatif mudah dan sederhana. 
- Kapasitas Bandwidth : 10 Mbps 
- Kapasitas Node : 30 node 
- Redaman : lebih kecil daripada twisted pair. Kabel koaksial sanggup mentransmisi 
sinyal ribuan meter. 
- IEM : Mudah terserang IEM dan penyadapan. Tapi koaksial yg dibungkus memiliki 
daya tahan terhadap efek IEM lebih baik. 


 


Kabel Coaxial terdiri dari beberapa jenis, diantaranya : 

Thin ( Thinnet) 

Kabel thinnet merupakan kabel coaxial berukutan 0.25 inch, memiliki kemampuan transfer data dengan jarak maksimal 185 meter. Lebih dari jarak tersebut sinyal data akan melemah. Thinnet termasuk dalam keluarga RG-58 dan memiliki empedansi 50 ohm. Perbedaan utama jenis kabel coaxial pada keluarga RG-58 terletak pada kabel tembaga yaitu jenis stranded copper ( helaian tembaga) atau solid copper ( tembaga padat). 


 

Thick ( Thicknet), 

Kabel thicknet merupakan kabel coaxial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0. inch, core yang dimiliki thicknet lebih tebal disbanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jaru disbanding dengan thinnet. Thicknet mampu sinyal sepanjang 500 meter. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh. Biasanya thicknet digunakan sebagai backbone untuk menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet 

Komponen penghubung kabel Coaxial 

Kabel Thinnet dan Thicknet menggunakan komponen penghubung yang disebut BNC ( British Naval Conector) untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer. Konektor BNC terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: 

 


Kabel Fiber Optik 

Kabel fiber optik berfungsi untuk mentransfer data dalam bentuk cahaya. Fiber optic tidak terpengarush interfrensi dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi. Hal ini berarti kabel fiber optik tidak bisa disadap dan data tidak tercuri. Kejadian tersebut bisa terjadi pada jenis kabel berbasi tembaga yang membawa data dalam bentuk sinyal elektronik. Fiber optic sangat baik digunakan untuk jaringan berkecepatan tinggi (100 Mbps sampai 1 Gbps), berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal. Kabel optic terdiri dari sebuah silinder tipis dari bahan gelas yang dikenal dengan istilah core. Dibungkus oleh sebuah lapisan konsentris yang dikenal denga istilah cladding. Fiber terkadang dibuat dari plastik. Plastic lebih mudah untuk dipasang. Tatapi jangkuan pulsa cahayannya tidak dapat sejauh jika menggunakan bahan gelas. 

Fiber Optik memiliki karakteristik sbb : 

- Biaya : membutuhkan biaya investasi yg besar. 
- Instalasi : relatif sulit 
- Kapasitas bandwidth : 2 Gbps 
- Redaman : paling rendah 
- Tidak dipengaruhi oleh interferensi eletromagnetik (IEM) 


 

Perbandingan antara serat optik dengan kabel tembaga 
- Bandwidth serat optik jauh lebih besar dibanding tembaga 
- Pada serat optik atenuasinya rendah maka pada jarak 30 Km memerlukan repeater 
sedangkan tembaga repeater pada jarak 5 Km. 
- Serat optik tidak akan mengalami kebocoran dan sangat sulit untuk disadap. 

Komponen penghubung kabel Fiber Optic 

Kabel Fiber Optic menggunakan komponen penghubung untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: 

Media Tanpa Kabel 
Alternatif lain selain menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer dalam membangun sebuah jaringan adalah dengan menggunakan teknologi wireles. 


 

Terdapat berbagai jenis teknologi wireless yang dapat diimplementasikan pada jaringan komputer yakni : 

Gelombang Radio 

Teknologi radio mengirimkan data melalui frekuensi radio dan dalam praktiknya tidak memiliki keterbatasan jarak. Dapat digunakan untuk menghubungkan LAN melalui jarak yang jauh. Transmisi radio biasanya mahal dan mudah terkena interfrensi elektromagnetik (EMI). Mudah disadap dan membutuhkan mekanisme enkipsi atau mekanisme lain yang dapat mengamankan proses pengiriman data. 

 
Microwave 

Pengiriman data microwave menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk jarak yang lebih pendek dan jarak jauh. Keterbatasan dari teknologi ini adalah transmiter dan receiver harus saling terlihat satu dengan yang lain. Pengiriman microwave biasa digunakan untuk menghubungkan antar lan yang berada pada gedung yang terpisah, dimana penggunaan kabel tidak dimungkinkan. Microwave juga dapat dikembangkan pada pengiriman global dengan menggunakan satelit. 


Infrared 

Teknologi Infrared, yang bekerja dengan menggunakan sinar infrared untuk membawa data antar device sistem harus membangkitkan sinyal yang sangat kuat karena sinyal pengirimannya lemah. Metode ini dapat mengirimkan sinyal pada rate yang tinggi. Sebuah jaringan infrared secara normal dapat mengirim pada kecepatan 10 mbps. Keterbatasannya, hanya dapat digunakan pada jarak dekat. Jarak efektifnya 100 feet dan antara transmitter dan receiver tidak boleh ada penghalang. 



http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi

http://wmasking1.blogspot.com/2008/09/media-transmisi-jaringan.html

http://muhartin.wordpress.com/2010/01/23/jenis-jenis-media-transmisi-jaringan/

http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/